Dua Tokoh Muslim Ini Tolak Namanya Dimasukkan Dalam Rilis 200 Penceramah Kemenag

0
370

JAKARTA (Portal-Islam.com) — Setidaknya dua orang tokoh Muslim tanah air yang dimasukkan dalam daftar penceramah versi Kemenag menolak untuk dimasukkan dalam daftar tersebut. Keduanya beralasan rilis tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan.

Salah seorang tokoh tersebut adalah Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Ustaz Fahmi Salim. Dirinya dengan tegas menolak namanya dimasukkan dalam surat rekomendasi tersebut.

“Intinya dengan berat hati saya tegaskan, saya meminta Sdr. Menteri Agama RI untuk mencabut nama saya dari daftar tersebut karena berpotensial menimbulkan syak wasangka, distrust di antara para muballigh dan dai, dan saya tak ingin menjadi bagian dari kegaduhan tersebut yang kontraproduktif bagi dakwah Islam di tanah air,” katanya dalam rilis yang diterima redaksi Ummat Pos, Sabtu, (19/5/2018).

Ustaz Fahmi menambahkan bahwa dirinya tidak perlu formalitas pengakuan dari pihak manapun. Karena menurutnya dakwah adalah amanah yang besar dan tanggung jawab di hadapan Allah dan ummat.

“Saya telah terima dengan ikhlas pencoretan nama saya dari daftar pengisi tausiyah Ramadhan di masjid lembaga tinggi negara setingkat kementerian tahun lalu 2017 dan bahkan dicoret pula dari pengisi kajian rutin tiap bulan,” kata Ustaz Fahmi menambahkan.

Penceramah lainnya adalah Ustaz Yusuf Mansur, Ia menilai rilis 200 nama mubalig oleh Kementerian Agama dapat menimbulkan perpecahan.

Nama Ustaz Yusuf sendiri masuk dalam daftar tersebut. Dia menuturkan dirinya tak ingin daftar nama itu menimbulkan perpecahan dan keterbelahan di kalangan ustad maupun masyarakat.

“Saya berdoa dan berharap enggak ada kegaduhan sebab daftar nama itu,” tulis Yusuf Mansur seperti dikutip dari akun media sosial instagram pribadinya, Sabtu (19/5).

Gak kepengen juga saya, dan kayaknya kawan-kawan semua yang di daftar itu, kemudian menjadi terbelah, berseberangan, dengan beliau-beliau yang lebih arif, bijak, saleh,” lanjutnya.
Yusuf menuturkan dunia dakwah saat ini sedang mengalami tantangan besar yang semestinya ada kerja sama dari semua pihak untuk menghadapinya.

Dia pun mengingatkan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak menolak penceramah yang tidak masuk dalam daftar itu. Apalagi Indonesia dikatakan Yusuf cukup luas, tidak mungkin semuanya bisa tercukupi hanya dengan menggunakan 200 ustaz untuk ceramah.

“Jadikan itu sebagai rekomendasi saja, mana bisa dari Sabang sampai Merauke hanya 200 ustaz,” katanya.

Dia pun mengaku lebih senang jika namanya tak masuk dalam daftar nama itu. Yusuf memaparkan dirinya ingin lebih banyak banyak belajar dari para pendahulunya yang justru tak masuk dalam daftar 200 nama itu.

“Saya lebih senang dan lebih tentram, tidak ada di daftar nama. Bukan karena enggak suka dan tidak berterima kasih. Tapi lebih karena saya, masih santri, masih belajar, dan begitu banyak salah dan ketidakmampuannya,” pungkasnya.[

Spread the love