Peristiwa 1 Ramadhan : Momentum Bersejarah di Bulan Ramadhan

0
82

Rampungnya Persiapan Penyerbuan Kota Makkah

1 Ramadhan tahun 8 Hijriyah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyelesaikan segala persiapan untuk menyerbu kota Makkah pada hari pertama bulan Ramadhan tahun ke-8 Hijriyah, beliau menyembunyikan perkara ini bahkan sampai orang terdekat dengan beliau pun tidak mengetahuinya, karena dikhawatirkan berita ini bocor hingga terdengar oleh kafir Quraisy sehingga mereka pun akan bersiap-siap untuk menghadapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Abu Qatadah al-Anshariy Radhiyallahu ‘anhu untuk memimpin delapan pasukan, diantara anggota mereka yang diutus adalah: Muhallim bin Jatstsamah al-Laitsy yang dikirim ke Bathnu Idham. Semua itu dilakukan dengan tujuan untuk menambah tersebarnya berita penyerbuan; dan agar musuh-musuh dari kalangan Quraisy mengira bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya bersiap-siap di Kota Madinah untuk menyerbu dari arah yang dilewati oleh pasukan Abu Qatadah saja. Diantara mereka terdapat rombongan Muhallim bin Jatstsamah al-Laitsy yang ketika itu lewatlah ‘Amir bin al-Adhbath al-Asyja’iy dan mengucapkan salam kepada mereka, akan tetapi mereka tetap menangkapnya dan Muhallim bin Jatstsamah pun menyerangnya hingga membunuhnya serta merampas harta benda, onta, dan kantong kulit berisi susu miliknya.

Ketika pasukan tersebut bertemu dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam turunlah ayat al-Quran tentang mereka:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kalian mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepada kalian: “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kalian membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak” . . . sampai akhir ayat (QS. An-Nisa’ [4]: 94) [‘Uyun al-Atsar, Jilid 2, hlm. 207 dan Ghazawat an-Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hlm. 122].

Pada peristiwa ini terdapat beberapa pelajaran yang penting, diantaranya adalah:

  1. Menyimpan rahasia dari musuh dan mengelabuinya adalah cara yang ditempuh dan ditetapkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setiap perkara yang penting, seperti perintah beliau kepada para sahabatnya untuk mempersiapkan perang akan tetapi beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyembunyikan maksudnya.
  2. Siapa saja yang menyakiti orang-orang yang beriman tanpa alasan yang benar, demi membela kepentingan dirinya sendiri atau tanpa mencari kejelasan terlebih dahulu, maka dia hanya akan mendapatkan kemurkaan Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, meskipun yang tampak darinya adalah baik dan benar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang beriman baik laki-laki dan perempuan tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al-Ahzab [33]: 58).

 

Sumber : https://ramadaniat.ws/home#events

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here