Hukum Berhubungan Suami-Istri Di Bulan Ramadhan Lebih Dari Sekali Tanpa Mengetahui Hukumnya

0
54

Soal:

Bagaimana hukum seseorang yang menggauli istrinya di siang hari Ramadhan beberapa kali dalam keadaan tidak mengetahui hukumnya?

Jawaban:

Tidak diragukan lagi bahwasanya Allah Ta’ala telah mengharamkan atas hamba-Nya makan, minum, dan berjima’ di siang hari Ramadhan, seta semua hal yang membatalkan puasa.

Allah juga mewajibkan kafarat bagi orang yang berjima’ di siang hari Ramadhan dalam keadaan mukallaf, sehat, bermukim, tidak dalam keadaan sakit maupun safar; yaitu membebaskan budak. Jika ia tidak mendapatkannya, maka berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Apabila ia tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin dengan setengah sha berupa makanan pokok negerinya.

Adapun orang yang berjima’ di siang hari Ramadhan dan dia termasuk orang diwajibkan berpuasa karena ia telah baligh, sehat, bermukim dan tidak mengetahui hukumnya; maka para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.

Sebagian ulama berpendapat bahwa ia melaksanakan kafarat karena kelalaiannya dengan tidak bertanya dan mempelajari ilmu agama.

Dan sebagian yang lain berpendapat bahwa tidak ada kewajiban kafarat atasnya karena ketidaktahuannya.

Berdasarkan hal ini, maka ketahuilah bahwa yang lebih berhati-hati adalah jika Anda melaksanakan kafarat, disebabkan kelalaian Anda dengan tidak bertanya tentang apa yang diharamkan bagi Anda sebelum Anda melakukan apa yang telah Anda kerjakan.

Apabila Anda tidak mampu membebaskan budak dan berpuasa, maka cukup bagimu memberi makan enampuluh orang miskin untuk setiap hari yang Anda berjima’ padanya. Apabila Anda berjima’ dalam dua hari, maka Anda melaksanakan dua kafarat, apabila Anda berjima’ dalam tiga hari, maka Anda melaksanakan tiga kafarat.

Demikianlah untuk setiap hari Anda berjima’, harus melaksanakan satu kafarat. Adapun apabila Anda berjima’ berkali-kali dalam sehari, maka cukup melaksanakan satu kali kafarat saja. Inilah yang lebih berhati-hati dan lebih baik bagimu, sebagai bentuk usaha keras untuk berlepas dari tanggungan dan keluar dari perbedaan pendapat para ulama, serta bentuk perbaikan dari puasamu.

Apabila Anda tidak mengingat jumlah hari Anda berjima’, maka kerjakanlah yang lebih hati-hati, yaitu dengan mengambil jumlah terbanyak. Apabila Anda ragu tiga atau empat hari, maka ambillah empat hari. Demikianlah seterusnya. Akan tetapi janganlah Anda memastikan sesuatu kecuali apa yang telah Anda yakini.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kami dan Anda untuk mengerjakan apa yang Ia cintai dan Ia ridhai.

 

Link : https://islamqa.info/ar/22960

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here