Tidak Puasa Karena Mengidap Diabetes

0
60

Soal:

Saya pengidap diabetes (penyakit gula darah). saya terpaksa harus menyuntikkan insulin secara mandiri dua kali sehari. Karena itu saya meninggalkan puasa, lalu saya menunaikan fidyah berupa sejumlah uang seharga menu berbuka saya.

Bolehkah menunaikan fidyah dalam bentuk uang seperti ini? Untuk diketahui, saya biasa berbuka puasa di resto, karena saya belum beristri. Bolehkah fidyah berupa uang ini dibagi untuk tiga orang miskin atau lebih? Karena saya tidak menemukan orang yang membutuh hidangan untuk berbuka.

Jawaban:

Jika anda masih mampu berpuasa maka yang wajib bagi anda adalah tetap berpuasa. Tidak boleh meninggalkan puasa lalu mencukupkan diri dengan menunaikan fidyah. Karena suntik insulin tidak membatalkan puasa. Maka anda bisa tetap berpuasa sambil melakukan penyuntikan insulin tersebut. Jika terlanjur pernah meninggalkan puasa, maka anda wajib mengqadha’ hari-hari yang telah anda tinggalkan itu.

Namun jika memang puasa akan membahayakan bagi anda, atau menyebabkan anda sangat terbebani untuk menjalaninya, atau anda butuh mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang harus dilakukan di siang hari. Maka dalam kondisi demikin, barulah anda boleh meninggalkan puasa. Jika di waktu yang akan datang diperkirakan anda tetap tidak mampu mengqadha’ hutang puasa anda itu, maka barulah anda harus menggantinya dengan menunaikan fidyah, berupa sedekah makanan untuk seorang miskin sebagai ganti setiap satu hari yang anda tinggalkan.

Fidyah ini tidak boleh disalurkan dalam bentuk uang, melainkan harus dalam bentuk makanan. Karena demikianlah bunyi kalam Allah Ta’ala,

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

“Dan bagi orang yang keberatan melaksanakan puasa itu (lalu meninggalkannya)  wajib menggantinya dengan fidyah berupa sedekah makanan untuk orang miskin.” (al-Baqarah (2):184)

Maka anda wajib mencari orang miskin agar bisa menunaikan kewajiban anda ini sesuai yang diperintahkan. Atau anda boleh menyerahkan uang kepada orang yang bisa membelikan makanan kemudian sekaligus menyalurkannya kepada orang-orang miskin itu, mewakili anda.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/38334

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here