Nangis! VIDEO Pimpinan Polisi Selandia Baru Pidato Muqaddimah dengan Ucapan Syukur dan Sholawat

0
263

PORTAL-ISLAM.COM, SELANDIA BARU – Pidato salah satu Pimpinan Polisi Selandia Baru setelah aksi teroris di dua masjid menyita perhatian publik.

Kepala polisi itu menyampaikan pidato di depan ratusan orang yang berkumpul di lapangan.

Ia mengawali pidatonya dengan menggunakan bahasa Arab. Ia mengucapkan salam dan menyampaikan puji syukur kepada Allah SWT serta mengucapkan shalawat Nabi Muhammad SAW.

Ia berbicara seperti ustazah yang hendak ceramah di depan para jamaah.

Ia sempat tertunduk saat mengucapkan ‘alhamdulillah, alhamdulillah’.

Ia terisak. Menangis. Ia larut dalam kesedihan akibat serangan teroris di dua masjid yang menewaskan 49 orang.

Ia menyampaikan ucapan duka yang sedalam-dalamnya atas tragedi yang menimpa umat Islam di Selandia Baru.

Penembakan di masjid di Selandia Baru mendapat kecaman dari para pemimpin politik dan agama dari seluruh dunia.

Mereka menyatakan kecaman atas penembakan mematikan di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru.

Sebanyak 49 orang terbunuh dan setidaknya 48 menderita luka-luka serius dalam penembakan yang menargetkan masjid saat salat Jumat.

Berikut ini video salah satu kepala polisi Selandia Baru pidato bahasa Arab di depan umum:

Pelaku Langsung Disidang

Pelaku penembakan brutal di dua masjid di Selandia Baru, Brenton Tarrant, dihadirkan di pengadilan pada Sabtu (16/3).

Tangan pria Australia itu tampak diborgol. Ia mengenakan baju tahanan berwarna putih.

Dia dijaga ketat oleh polisi saat hakim membacakan tuntutan pembunuhan terhadapnya.

Dalam persidangan, mantan instruktur kebugaran ini sesekali berpaling untuk melihat media saat dengar pendapat singkat. Sidang ini tertutup untuk publik karena alasan keamanan.

Brenton Tarrant disidang

Brenton Tarrant disidang. (AFP)

Diapit polisi bersenjata, dia membuat menunjukkan tanda ibu jari terbalik. Simbol ini digunakan oleh kelompok kekuatan putih di seluruh dunia.

Tarrant tidak meminta jaminan, dia pun dimasukkan dalam tahanan sampai jadwal pengadilan berikutnya pada 5 April 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here