Kemenag Sesalkan Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo, Minta Evaluasi SOP

Kementerian Agama menyampaikan keprihatinan atas penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, sementara Polri melakukan evaluasi internal.

Kemenag Sesalkan Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo, Minta Evaluasi SOP

Portal-Islam.com — Kementerian Agama menyampaikan rasa prihatin atas insiden penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Peristiwa ini memicu perhatian luas dan mendorong pihak kepolisian untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) penegakan hukum di lapangan, seperti dikutip dari ANTARA dan laporan media lainnya.

Berdasarkan laporan Republika pada Rabu (4/11/2026), Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Moch Fatkhuronji, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa pondok pesantren tersebut belum mengantongi izin operasional resmi dan pihak Kemenag tidak dilibatkan atau dikonsultasikan sebelumnya oleh aparat kepolisian.

Kemenag Koordinasikan Kelanjutan Pendidikan Santri

Menurut laporan Republika, Kemenag Jawa Tengah kini tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Kabupaten Sukoharjo guna memastikan hak-hak pendidikan para santri tetap terlindungi. Fatkhuronji menjelaskan bahwa sebagian besar santri berasal dari luar Pulau Jawa dan untuk sementara telah dikembalikan kepada orang tua atau wali masing-masing.

“Sesuai dengan yang disampaikan Pak Wagub Taj Yasin bahwa anak-anak santri harus diselamatkan dan mereka harus mendapatkan hak-haknya untuk pendidikan ke depan,” ujar Fatkhuronji, sebagaimana dikutip dari Republika.

Lebih lanjut, Kemenag menyatakan terbuka apabila pihak pesantren hendak mengurus perizinan operasional di kemudian hari dengan ketentuan yang berlaku, termasuk menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan seperti cinta NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Langkah Evaluasi dan Respons Polri

Sementara itu, menurut laporan CNN Indonesia pada Rabu (4/11/2026), Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto meminta agar insiden penggerebekan di Sukoharjo ini dijadikan bahan pembelajaran serta evaluasi bagi seluruh jajaran kepala kepolisian resor di berbagai wilayah.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa Kapolri mengingatkan para pimpinan wilayah agar senantiasa berhati-hati, proporsional, serta mengedepankan etika dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

“Harapan kami tentunya kepada kawan-kawan yang saat ini lagi menjadi Kapolres, Kapolresta dan Kapolrestabes, ayo bercermin mengambil pembelajaran dari kejadian insiden ini,” ucap Johnny kepada wartawan, dikutip dari CNN Indonesia.

Polri juga mengonfirmasi bahwa proses pemeriksaan melalui Divisi Propam sedang berjalan sebagai bagian dari langkah evaluasi internal. Sebagai bentuk komitmen transparansi, Kapolres Sukoharjo dilaporkan telah dimutasi guna mempermudah proses pemeriksaan lebih lanjut.

Hikmah dan Pandangan Wasathiyah

Dalam menyikapi berbagai dinamika sosial dan penegakan hukum yang melibatkan lembaga pendidikan Islam, semangat keadilan, musyawarah, serta perlindungan terhadap hak-hak belajar generasi muda senantiasa dikedepankan. Islam senantiasa mengajarkan pentingnya menjunjung tinggi prinsip kedamaian dan kehati-hatian dalam setiap tindakan, demi menjaga kemaslahatan bersama di tengah masyarakat.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ﴿٨﴾

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

QS. Al-Ma'idah [5]: 8

Semoga setiap pihak dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini untuk terus memperbaiki sinergi, menjaga ketenteraman, serta mengutamakan cara-cara yang bijak dan berkeadilan dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Sumber