Presiden Prabowo dan Muzakir Manaf Bahas Dana Otsus hingga Dana Abadi GAM
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara untuk membahas Dana Otsus, Bendera Aceh, dan dana abadi eks kombatan GAM.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem menemui Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada hari Rabu, tanggal 4 November 2026. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari berbagai media, pertemuan penting ini membahas sejumlah agenda strategis pembangunan serta penyelesaian berbagai persoalan di Serambi Mekkah.
Sebagaimana dikutip dari ANTARA dan laporan CNN Indonesia, pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, serta Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi.
Agenda Strategis dan Isu Penting Aceh
Dalam pertemuan yang juga diunggah melalui akun Instagram resmi dan disiarkan ulang oleh Sekretariat Kabinet tersebut, Mualem memaparkan sejumlah pokok bahasan krusial untuk kemajuan daerah. Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan, pembahasan mencakup keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus), penyelesaian dan kepastian hukum mengenai Bendera Aceh, serta penyelesaian status tanah wakaf Blang Padang.
Selain itu, menurut laporan CNN Indonesia dan ANTARA, pertemuan ini juga membahas tindak lanjut surat kepresidenan tahun 2017 terkait PT Patriot Nusantara Aceh (PATNA)—yang merupakan badan usaha konsorsium untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe—serta percepatan tindak lanjut keputusan terkait Blok Rantau dan usulan pembentukan dana abadi bagi mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Respons Positif Pemerintah Pusat
Mualem menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyambut baik dan memberikan respons positif terhadap berbagai usulan yang telah disampaikan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerah. “Alhamdulillah, Bapak Presiden menyambut baik dan memberikan respons positif terhadap berbagai usulan yang kami sampaikan,” ujar Mualem sebagaimana dikutip dari ANTARA. Senada dengan itu, dikutip dari CNN Indonesia, Mualem berharap langkah tersebut menjadi titik terang bagi penyelesaian agenda strategis ke depan.
Perhatian terhadap pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah yang pernah mengalami masa-masa sulit seperti Aceh, merupakan wujud komitmen merajut persatuan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ﴿١٠٣﴾
Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
QS. Ali 'Imran [3]: 103
Semoga setiap langkah kebijakan yang diambil oleh para pemimpin bangsa senantiasa mendatangkan keberkahan, kemaslahatan, serta kedamaian yang merata di bumi Nusantara tercinta. Kepedulian terhadap sesama anak bangsa juga dapat disalurkan melalui berbagai aksi kemanusiaan, seperti yang pernah dilaporkan dalam program Darul Aman Peduli Antar Amanah Kemanusiaan ke Aceh Tamiang, Bantuan Disalurkan ke Wilayah Terisolir sebagai wujud nyata ukhuwah islamiyah dan solidaritas sosial.








