Tidak Bisa Tarawih Di Mesjid Karena Sibuk Mengasuh Anak

0
29

Soal:

Saya pulang kerja pukul 18.30, pada jam tersebut harus mengasuh putri saya yang umurnya 8 tahun, istriku dan putraku sedang safar menjenguk ibunya yang sedang sakit kronis, oleh sebab itu, saya tidak bisa berangkat ke masjid untuk shalat tarawih.

Saya mohon nasehatnya, karena saya sama sekali tidak pernah shalat tarawih, pada tahun ini saya berniat untuk shalat tarawih, tetapi sayang sekali istri saya sedang safar selama dua bulan.

Jawaban:

Shalat tarawih hukumnya sunnah, bagi yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala, dan bagi yang meninggalkannya tidak ada sangsi dosa. Anda tidak berdosa jika tidak mampu untuk shalat tarawih berjamaah. Apabila Allah mengetahui niat baik Anda itu, niscaya akan mendapatkan pahala walaupun Anda tidak mampu mengerjakan shalat sunnah berjamaah semacam ini, terlebih Anda tidak sengaja meninggalkannya. Bahkan seseorang terkadang sibuk dengan perkara yang lebih besar, seperti orang yang menjaga ibunya yang sudah lanjut usia, anak-anak yatim yang butuh pengasuhan optimal di masa kini, atau justru seseorang mendapat pahala lebih bila ia tersibukkan oleh sesuatu yang memang hukumnya wajib saat itu.

Anda tidak berdosa  bila harus mengerjakan shalat tarawih di rumah, karena memang tidak mampu pergi ke masjid. Tidak pula harus mengerjakan dengan jumlah rakaat tertentu, tetapi shalatlah sesuai dengan kemampuan dan semangat Anda. Memang disunnahkan seseorang shalat tarawih 11 rakaat. Jika Anda shalat dua rakaat, itu lebih daripada sama sekali tidak shalat, dan kita memohon kepada Allah Ta’ala, semoga Dia memberikan pengganti yang lebih baik atas apa yang terlewatkan oleh Anda, dan mencatatnya sebagai pahala yang lebih besar untuk Anda daripada pahala shalat tarawih.

Sikap bijak Anda yang mengizinkan istri untuk pergi menjenguk ibunya yang sedang sakit serta tindakan anda yang mengasuh putri Anda sendiri, kedua perkara besar ini akan mendatangkan pahala dengan kehendak Allah.

Hanya saja, kami  ingin Anda memperhatikan dua hal penting berikut: bahwa istri Anda dilarang bersafar sendirian menuju kampung halamannya tanpa didampingi oleh mahram.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/37838

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here